Baliwood heboh lagi, baru-baru ini muncul sebuah film dokumenter yang mengulas tentang kehidupan gigolo alias laki-laki penjaja burung di sekitar pantai Kuta Bali. Sutradaranya ini katanya orang india, Amit Virmani. Kalau dilihat dari namanya sih mirip Amitabh Bachchan, apa ada hubungannya ya? entah lah. Well, bisa jadi dia anak haram Amitabh Bachchan waktu muda dulu.
Lalu kenapa sih si Amit bikin film ini? ini katanya gara-gara ada seorang anak laki-laki 12 tahun datang padanya minta diajarin bahasa jepang biar bisa jadi gigolo. “Kalau saya dewasa, saya ingin menjadi gigolo bagi perempuan Jepang,” kata anak itu, kurang ajar kan!. Si Amit pun jadi penasaran kenapa bocah yang kencingnya belum lurus gitu ingin sekali jadi seorang gigolo.
Akhirnya dibuatlah film dokumenter itu. Awal ceritanya dibuka dengan percakapan pria lokal yang mengaku sebagai gigolo. Disitu dia menawarkan diri untuk menjadi teman berlibur sekaligus pemandu wisata, pemandu plus-plus pastinya. Lalu ada juga adegan panas yang menunjukkan turis-turis yang sedang berbikini ria, mengelus-elus dada, dan berciuman di pinggir pantai. Panas sekali, cukup membuat mata anda terbakar. ![]()
Yang menarik adalah pernyataan istri seorang gigolo yang gak mempermasalahkan profesi suaminya. “Jika dia (suami) datang bersama tamu, saya tidak tidur bersamanya 1 atau 2 hari. Saya tidak mengapa”. Benar-benar sakit jiwa!
Tanggapan beragam pun muncul, ada yang menolak keras tapi ada juga yang gak mempermasalahkannya. Apapun kata mereka, yang jelas film yang meraih sejumlah penghargaan dalam Korean International Documentary Festival ini sukses membuat gubernur bali minum Bodrex.
Wah Lebih bebas dari jogja ternyata…hk..hk…..
memang fenomena ini hanya efek dari gemerlapnya SInar Touris manca n lokal di Bali…..
udah parah banget neh..
ya allah udah segitu parah kah indonesiaku????
liat sepintas ternyata g seheboh pilemnya
apa mau dikata ??
sayang yang buat film-nya bukan orang Indonesia